“Hamba Allah yang takut kepada Allah, hanyalah orang-orang yang mempunyai ilmu pengetahuan agama jua” (QS Faatir 35 : 28)
K
etika Nabi Muhammad diperintahkan Allah untuk hijrah ke Madinah, Beliau mendapat sambutan yang meriah dari kaum Anshar, lalu setelah tinggal di Madinah Beliau mempersaudarakan para sahabat dari kaum Anshar dan Muhajirin. Menurut keterangan Anas bin Malik, di antara Abu Darda yang baru pindah dari Mekkah, dipersaudarakannya dengan Salman Alfarisy, Auf bin Malik dipersaudarakan dengan Sha’ab bin Jatsamah. Demikian pula dengan sahabat-sahabat yang lain, masing-masing beliau carikan pasangannya.
Maksud persahabatan bukanlah hanya sekedar berkumpul-kumpul dan bertatap muka saja, tapi maksud persahabatan adalah untuk sama-sama memperluas tujuan hidup, mendekatkan antara satu jiwa dengan jiwa yang lain, yang telah terdapat kecocokan di dalam satu perkara, sehingga dapat didamaikan di alam perkara yang lain.
Ahli hikmah pernah berkata bahwa persahabatan yang kekal ialah jika kedua belah pihak sudi berkorban untuk yang lain, jangan salah satu pihak saja yang disuruh berkorban.
Umar bin Khathab memberi untuk mempererat persahabatan, di antaranya:
1. Kalau dia berbuat salah padamu dengan cara mendurhakai Allah, balaslah dengan jalan ta’at pada Allah.
2. Letakkanlah perbuatan kawan itu dengan prasangka yang baik, sampai datang bukti yang cukup atas kebenarannya.
3. Jangan cepat menyangka salah kepada perkaatan seseorang, padahal masih ada jalan lain
4. Jika orang menuduh dengan sembarang, janganlah marah.
5. Selama masih erat memegang rahasia, selama itu terpeliharalah kebaikan.
6. Carilah sahabat yang jujur, karena bisa terhindar dari bahaya, dan dialah tempat kembali ketika datang musibah.
7. Jujurlah, walapun kejujuran itu akan membunuhmu.Jangan suka mengorek-orek perkara yang bukan perkaramu.
8. Jangan bertanya sesuatu yang tidak ada, terkadang sesuatu yang tidak ada terpaksa diadakan.
9. Jangan meminta tolong menyampaikan keperluanmu, kepada orang yang tidak senang maksud yang kita ingin itu berhasil.
10. Jangan berkawan dengan orang keparat, karena berkawan dengannya akan membawa kita pada kejahatan.
11. Jauhi musuhmu!
12. Hendaklah waspada terhadap seseorang, sebelum dipercayai benar.
13. Tidak ada kawan yang bisa dipercaya, kalau dia tidak takut pada Allah.
14. Hati-hailah mengucapkan perkataan.
15. Rendahkan diri ketika taat.
16. Teguhkan hati jauhi maksiat.
17. Suatu pekerjaan darimu sendiri, kalau sulit, bermusyawarahlah dengan yang takut pada Alla.
Abu Hatim pun pernah juga memberikan wasiat, yaitu “Orang yang bijaksana, tidaklah mencari sahabat melainkan orang-orang yang maju ke depan pemikirannya, luas ilmunya, tinggi akhlaknya, kuat akalnya, dan di waktu mudanya bergaul dengan orang-orang yang shaleh. Siapa orang yang memutuskan tali persaudaraan dikarenakan takut saudara kita itu membawa bebanuntuk kita, maka ia hidup tanpa ada saudara. Tidaklah ada kesenangan hati yang menyamai kesenagan persahabat dan tidaklah ada kedudukan yang lebih putuh dari tali persaudaraan”. Dari perkataan tersebut maka kita harus hati-hati dalam memilih kawan yang bisa kita ajak untuk jadikan teman dalam suka maupun duka, ada ungkapan yang mengatakan bahwa “persahabatan lebih mahal daripada cinta”. Apa maksud dari ungkapan tersebut, bahwa persahabata dapat kita nikmatin dalam suka maupun duka. Pernahkah perembuan atau pacar yang kita cintai menolong kita pada waktu kita sedang mengalami kesusahan, kebangkrutan, atau berhenti dari dalam pekerjaan karena di PHK.
Ada uang abang sayang, tak ada uang abang ditendang, itulah antara perempuan dan sahabat, kalau hanya membahas tentang cinta ruang lingkupnya teralu sempit. Tetapi persahabatan mempunyai daerah lapangan yang amat luas, di dalam mengarungi pahit manisnya hidup bisa kita berbagi rasa, pemikiran, rencana jangka pendek maupun panjang. Bila kita telah menemukan persahabatan dimana sahabat bagaikan satu organ dengan kita, seumpuma kita merasakan sakit ia pun merasakan sakit dan bilamana kita senang ia pun tidak dengki pada kita, barulah kita menemukan sahabat yang bisa kita ikat menjadi saudara.
Ada beberapa kata hikmah yang terdapat di dalam pikiran orang-orang apik yang kita jadikan panutan hidup dalam bersahabat di antaranya adalah:
1. Persahabatan adalah satu-satunya pintu kebebasan kita. Banyak perkara yang tak dapat kita nyatakan kepada teman tetapi dapat dinyatakan kepada sahabat.
2. Agar dapat sahabat, hendaklah diri kita sendiri dapat dijadikan sahabat yang baik.
3. Sahabatmu suka kepadamu tapi tidak tiap-tiap orang suka kepadamu merupakan sahabatmu.
4. Kesenangan hidupmu memperbanyak teman, tetapi bukti persahabatan yang setia ialah diwaktu sukar.
5. Yang semulia-mulia kewajiban bersahabat ialah mengetahui kehendak dan kemauan sahabatmu sebelum dikatakannya. Dan perkenankan permintaannya sebelum diminta.
Tampilkan postingan dengan label Manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manusia. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 28 Mei 2011
Jumat, 20 Mei 2011
Proses Manajemen Proyek
Manajemen proyek sistem informasi ditekankan pada tiga faktor, yaitu : manusia,masalah dan proses. Dalam pekerjaan sistem informasi faktor manusia sangat berperan penting dalam suksesnya manajemen proyek. Pentingnya faktor manusia dinyatakan dalam model kematangan kemampuan manajement manusia
(a) people management capability maturity model PM-CMM) yang berfungsi untuk meningkatkan kesiapan organisasi perangkat lunak (sistem informasi) dalam menyelesaikan masalah dengan melakukan kegiatan menerima, memilih, kinerja manajemen, pelatihan, kompensasi, pengembangan karier, organisasi dan rancangan kerja serta pengembangan tim.
3.1.1. Dasar-Dasar Organisasional
Organisasi adalah sistem yang saling mempengaruhi dan salaing bekerja sama
antara orang yang satu dengan orang yang lain dalam suatu kelompok untuk mencapai
suatu tujuan tertentu yang telah disepakati bersama. Organisasi merupakan sistem
maka terdiri dari beberapa elemen yaitu :
1. orang, dalam organisasi harus ada sekelompok orang yang bekerja dan salah
satunya ada yang memimpin organisasi tersebut.
2. tujuan, dalam organisasi harus ada tujuan yang harus dicapai, baik dalam jangka
pendek maupun jangka panjang.
3. posisi, setiap orang yang ada dalam suatu organisasi akan menempati posisi atau
kedudukannya masing-masing.
4. pekerjaan, setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut mempunyai pekerjaan
(job) masing-masing sesuai dengan posisinya.
5. teknologi, untuk mencapai tujuan organisasi membutuhkan teknologi untuk
membantu dalam pengolahan data menjadi suatu informasi.
6. struktur, struktur organisasi merupakan pola yang mengatur pelaksanaan pekerjaan
dan hubungan kerja sama antar setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut.
7. lingkungan luar, merupakan elemen yang sangat penting dan akan mempengaruhi
keberhasilan suatu organisasi, misalnya adanya kebijakan pemerintah tentang
organisasi.
Prinsip-prinsip organisasi adalah nilai-nilai yang digunakan sebagai landasan kerja
bagi setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut untuk mencapai keberhasilan
tujuan yang telah disepakati. Prinsip-prinsip yang ada dalam organisasi meliputi :
1. tujuan organisasi yang jelas
2. tugas yang dilakukan harus jelas
3. pembagian tugas yang adil
4. penempatan posisi yang tepat
5. adanya koordinasi dan integrasi
Manajemen dalam organisasi terdiri dari tiga tingkatan pembuat keputusan
manajemen yaitu : manajemen tingkat bawah (operasional), manajemen tingkat
menengah (perencanaan dan kontrol manajerial) dan manajemen tingkat atas
(strategik). Setiap level memiliki tanggung jawabnya sendiri-sendiri dan semuanya
bekerja sama dalam mencapai tujuan dan sasaran.
1. Manajemen tingkat bawah (operasional)
- Manajer operasional membuat keputusan berdasarkan aturan-aturan yang telah
ditetapkan sebelumnya dan menghasilkan hal-hal yang dapat diprediksikan bila
diterapkan dengan benar.
- Manajer operasi adalah pembuat keputusan yang pekerjaannya lebih jelas
sehingga dapat mempengaruhi implementasi dalam jadwal kerja, kontrol
inventaris, penerimaan, dan pengontrolan proses-proses seperti produksi.
- Manajer operasi membutuhkan informasi internal yang repetitif, dan sangat
tergantung pada informasi yang memuat tentang kinerja terbaru dan merupakan
pengguna
on-line
terbesar, sumberdaya-sumberdaya informasi
real-time
2. Manajemen tingkat menengah (perencanaan dan kontrol manajerial)
- Manajer tingkat menengah membuat perencanaan jangka pendek dan
mengontrol keputusan-keputusan tentang bagaimana sumberdaya bisa
dialokasikan dengan baik untuk memenuhi tujuan-tujuan organisasional, dan
meramalkan kebutuhan-kebutuhan sumberdaya dimasa datang untuk
meminimalkan problem-problem pegawai yang dapat membahayakan
produktivitas.
- Manajer tingkat menengah sangat tergantung pada informasi internal dan
membutuhkan sangat besar informasi
real- time
agar dapat melakukan
pengontrolan dengan tepat dan informasi terbaru atas kinerja yang diukur sesuai
standar.
3. Manajemen tingkat atas (strategik)
- Manajer strategik membuat keputusan-keputusan yang akan membimbing
manajer operasional dan manajer tingkat menengah.
- Manajer strategik bekerja di lingkungan pembuat keputusan yang sangat tidak
pasti. Membutuhkan informasi yang bersifat strategis, karena tugas kesehariannya
adalah pengarahan dan perencanaan.
- Informasi yang strategis diperlukan untuk menilai tingkat keberhasilan organisasi
menjalankan tugas dan tujuan organisasi.
- Membutuhkan informasi internal (agar bisa beradaptasi dengan perubahan-
perubahan yang terjadi dengan cepat) dan informasi eksternal (untuk mengetahui
peraturan pemerintah,kebijakan perekonomian, kondisi pasar dan strategi
perusahaan-perusahaan pesaing)
(a) people management capability maturity model PM-CMM) yang berfungsi untuk meningkatkan kesiapan organisasi perangkat lunak (sistem informasi) dalam menyelesaikan masalah dengan melakukan kegiatan menerima, memilih, kinerja manajemen, pelatihan, kompensasi, pengembangan karier, organisasi dan rancangan kerja serta pengembangan tim.
3.1.1. Dasar-Dasar Organisasional
Organisasi adalah sistem yang saling mempengaruhi dan salaing bekerja sama
antara orang yang satu dengan orang yang lain dalam suatu kelompok untuk mencapai
suatu tujuan tertentu yang telah disepakati bersama. Organisasi merupakan sistem
maka terdiri dari beberapa elemen yaitu :
1. orang, dalam organisasi harus ada sekelompok orang yang bekerja dan salah
satunya ada yang memimpin organisasi tersebut.
2. tujuan, dalam organisasi harus ada tujuan yang harus dicapai, baik dalam jangka
pendek maupun jangka panjang.
3. posisi, setiap orang yang ada dalam suatu organisasi akan menempati posisi atau
kedudukannya masing-masing.
4. pekerjaan, setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut mempunyai pekerjaan
(job) masing-masing sesuai dengan posisinya.
5. teknologi, untuk mencapai tujuan organisasi membutuhkan teknologi untuk
membantu dalam pengolahan data menjadi suatu informasi.
6. struktur, struktur organisasi merupakan pola yang mengatur pelaksanaan pekerjaan
dan hubungan kerja sama antar setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut.
7. lingkungan luar, merupakan elemen yang sangat penting dan akan mempengaruhi
keberhasilan suatu organisasi, misalnya adanya kebijakan pemerintah tentang
organisasi.
Prinsip-prinsip organisasi adalah nilai-nilai yang digunakan sebagai landasan kerja
bagi setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut untuk mencapai keberhasilan
tujuan yang telah disepakati. Prinsip-prinsip yang ada dalam organisasi meliputi :
1. tujuan organisasi yang jelas
2. tugas yang dilakukan harus jelas
3. pembagian tugas yang adil
4. penempatan posisi yang tepat
5. adanya koordinasi dan integrasi
Manajemen dalam organisasi terdiri dari tiga tingkatan pembuat keputusan
manajemen yaitu : manajemen tingkat bawah (operasional), manajemen tingkat
menengah (perencanaan dan kontrol manajerial) dan manajemen tingkat atas
(strategik). Setiap level memiliki tanggung jawabnya sendiri-sendiri dan semuanya
bekerja sama dalam mencapai tujuan dan sasaran.
1. Manajemen tingkat bawah (operasional)
- Manajer operasional membuat keputusan berdasarkan aturan-aturan yang telah
ditetapkan sebelumnya dan menghasilkan hal-hal yang dapat diprediksikan bila
diterapkan dengan benar.
- Manajer operasi adalah pembuat keputusan yang pekerjaannya lebih jelas
sehingga dapat mempengaruhi implementasi dalam jadwal kerja, kontrol
inventaris, penerimaan, dan pengontrolan proses-proses seperti produksi.
- Manajer operasi membutuhkan informasi internal yang repetitif, dan sangat
tergantung pada informasi yang memuat tentang kinerja terbaru dan merupakan
pengguna
on-line
terbesar, sumberdaya-sumberdaya informasi
real-time
2. Manajemen tingkat menengah (perencanaan dan kontrol manajerial)
- Manajer tingkat menengah membuat perencanaan jangka pendek dan
mengontrol keputusan-keputusan tentang bagaimana sumberdaya bisa
dialokasikan dengan baik untuk memenuhi tujuan-tujuan organisasional, dan
meramalkan kebutuhan-kebutuhan sumberdaya dimasa datang untuk
meminimalkan problem-problem pegawai yang dapat membahayakan
produktivitas.
- Manajer tingkat menengah sangat tergantung pada informasi internal dan
membutuhkan sangat besar informasi
real- time
agar dapat melakukan
pengontrolan dengan tepat dan informasi terbaru atas kinerja yang diukur sesuai
standar.
3. Manajemen tingkat atas (strategik)
- Manajer strategik membuat keputusan-keputusan yang akan membimbing
manajer operasional dan manajer tingkat menengah.
- Manajer strategik bekerja di lingkungan pembuat keputusan yang sangat tidak
pasti. Membutuhkan informasi yang bersifat strategis, karena tugas kesehariannya
adalah pengarahan dan perencanaan.
- Informasi yang strategis diperlukan untuk menilai tingkat keberhasilan organisasi
menjalankan tugas dan tujuan organisasi.
- Membutuhkan informasi internal (agar bisa beradaptasi dengan perubahan-
perubahan yang terjadi dengan cepat) dan informasi eksternal (untuk mengetahui
peraturan pemerintah,kebijakan perekonomian, kondisi pasar dan strategi
perusahaan-perusahaan pesaing)
Langganan:
Postingan (Atom)
